Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Belajar dari yang Terbaik

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Genjot Inovasi Kelompok Binaan TJSL

© Foto oleh Author
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui AFT Supadio Pontianak menggelar kegiatan benchmarking ke dua lokasi inspiratif di Jakarta.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus memperkuat kualitas dan inovasi kelompok binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio Pontianak, perusahaan menggelar kegiatan benchmarking ke dua lokasi inspiratif di Jakarta, yakni Posyandu Mawar Melati dan Tanzif Natural Solutions, Jumat (23/1/2026).

 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok binaan agar mampu mengadopsi praktik terbaik dalam pelaksanaan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata. Benchmarking diikuti 17 peserta dari dua program unggulan, yakni Ponsera (Posyandu Integrasi Sehat Ceria) dan Destana Patra (Desa Wisata dan Tangguh Bencana Patra Niaga).

 

Sebanyak 12 peserta Ponsera mengunjungi Posyandu Mawar Melati di Rawasari, Jakarta Pusat, untuk mempelajari pengelolaan posyandu berbasis inovasi serta metode edukasi gizi yang efektif dalam pencegahan stunting. Program Ponsera sendiri selama ini berfokus pada peningkatan kapasitas kader posyandu dan edukasi kesehatan keluarga di Desa Mekar Sari.

 

Sementara itu, lima peserta Destana Patra mengikuti pembelajaran di Tanzif Natural Solutions, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka mendalami proses pembuatan sabun organik ramah lingkungan, mulai dari perhitungan formula, peningkatan kualitas produk, hingga strategi agar produk memiliki daya saing di pasar. Destana Patra merupakan program binaan yang mengintegrasikan restorasi ekosistem mangrove dengan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

 

Salah satu anggota Destana Patra, Erlina, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru. Ia menyebut sebelumnya kelompoknya masih menghadapi kendala pada tekstur dan variasi bentuk produk sabun organik. “Dengan belajar langsung dari ahlinya, kami jadi lebih memahami proses yang tepat untuk meningkatkan kualitas produk,” ujarnya.

 

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menegaskan bahwa benchmarking ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan program TJSL berjalan adaptif dan berkelanjutan.

 

“Kami ingin kelompok binaan terus berinovasi dan mampu menghasilkan produk berkualitas. Harapannya, pembelajaran ini dapat diterapkan secara konsisten sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” jelas Edi, Selasa (27/1/2026).

 

Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap kelompok binaan semakin mandiri, mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: