Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Kadiv Humas Polri Tegaskan Peran Penting Wartawan sebagai Penjaga Demokrasi dan Keutuhan NKRI

© Foto oleh Author
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para pimpinan media massa dalam kegiatan Retret Orientasi...
Advertisement

Rakyat Kalbar, Bogor — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir menegaskan peran strategis wartawan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penegasan itu disampaikan saat bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para pimpinan media massa dalam kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) di Pusat Pendidikan Bela Negara Kemhan RI, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

 

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Irjen Pol Johnny Edison Isir yang baru dilantik sebagai Kadiv Humas Polri memperkenalkan diri sekaligus menyapa langsung para wartawan peserta retret. Peraih Adhimakayasa Akpol 1996 itu berdialog terbuka dengan insan pers mengenai tantangan dan peran media di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Ia mengapresiasi kontribusi wartawan yang selama ini konsisten membangun narasi publik yang edukatif dan konstruktif melalui karya jurnalistik. Menurutnya, peran media sangat menentukan dalam membentuk kesadaran masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan.

 

“Ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

 

Johnny juga menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan amanat konstitusi yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi yang berlandaskan hukum. Pers, kata dia, menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keseimbangan kehidupan demokrasi.

 

“Dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum, pers adalah pilar utama. Kebebasan pers merupakan amanat konstitusi yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan pers harus dibarengi dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika jurnalistik agar kepercayaan publik tetap terjaga.

 

“Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hukum dan etika jurnalistik,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan sinergi antara Polri dan insan pers semakin kuat dalam menciptakan ruang publik yang sehat, informatif, serta berkontribusi pada penguatan demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: