Senin, 09 Maret 2026
Advertisement
Advertisement

HUT ke-45

GAPKI Kalbar Tegaskan Komitmen Tata Kelola Sawit Berkelanjutan dan Aksi Sosial Ramadan

© Foto oleh Author
GAPKI Cabang Kalimantan Barat merayakan HUT ke-45 dengan syukuran dan buka puasa bersama Ramadan 1447 H di Hotel Mercure.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 dengan menggelar syukuran dan buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Mercure Pontianak, Jumat (27/2/2026).

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial melalui program GAPKI Kalbar Peduli kepada panti asuhan dan marbot masjid sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

 

Ketua GAPKI Cabang Kalbar, Aris Supratman, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-45 bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, usia yang semakin matang menjadi refleksi atas peran strategis GAPKI dalam mengawal tata kelola komoditas sawit di Kalimantan Barat.

 

“Peran strategis GAPKI adalah mengawal tata kelola sawit di Kalbar. Ke depan mari bersama-sama kita lalui tantangan yang semakin dinamis secara bijak,” ujarnya.

 

Ia mengajak seluruh pelaku usaha memaknai bulan suci Ramadan sebagai wahana untuk meningkatkan disiplin diri, integritas, serta kepedulian sosial. Nilai kesabaran, pengendalian diri, dan empati yang diajarkan Ramadan, lanjutnya, penting diterapkan dalam menjalankan usaha sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan.

 

Menurut Aris, penguatan nilai spiritual tersebut relevan dalam membangun tata kelola industri sawit yang berkelanjutan dan transparan. Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas sektor sawit yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

 

Ia juga menekankan pentingnya menyikapi dinamika serta pro-kontra terhadap industri sawit secara bijak dan berbasis regulasi. Tata kelola dan tata niaga sawit, katanya, harus berjalan sesuai aturan agar industri tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.  (*)

 

“Dengan tata kelola yang baik, stabilitas ekonomi daerah terjaga, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan kepercayaan publik terhadap industri sawit semakin kuat,” tegasnya.

 

Selain isu tata kelola, GAPKI Kalbar turut menyoroti tantangan cuaca panas pada 2026 yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesiapsiagaan sejak dini, termasuk penyediaan sarana dan prasarana penanganan karhutla, dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri sekaligus melindungi lingkungan.

 

Di usia ke-45, GAPKI Kalbar menegaskan bahwa industri sawit tidak hanya berbicara tentang produksi dan ekspor, tetapi juga tanggung jawab sosial serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program bantuan sosial dan semangat Ramadan, GAPKI Kalbar berharap sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat semakin solid dalam menghadapi dinamika sektor sawit ke depan. (*)

Editor :
Slamet Ardiansyah

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: