Rabu, 15 April 2026
Advertisement
Advertisement

Pemprov Kalbar Targetkan Produksi Padi Secara Mandiri Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

© Foto oleh Redaksi
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus dan Bupati Mempawah Erlina menaiki traktor dalam agenda Panen Padi di Mempawah
Advertisement

Rakyat Kalbar, Mempawah - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan melaksanakan panen padi di Kabupaten Mempawah, Kecamatan Anjungan, Kelurahan Anjungan Melancar, Rabu (7/1/2026).

 

Kegiatan ini merupakan panen serentak yang juga dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia di Provinsi Jawa Barat.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo mengatakan Indonesia harus menjadi bangsa yang sungguh-sungguh menjadi bangsa yang mandiri.

 

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," ucap Presiden RI.

 

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat. Di akhir 2025, cadangan beras milik Indonesia mencapai lebih dari 3 juta ton yang tersimpan di gudang pemerintah. Cadangan tersebut merupakan keberhasilan Indonesia dalam swasembada dan bukti dari kekuatan bangsa Indonesia.

 

Sementara itu, rasa syukur diungkapkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan atas terlaksananya panen padi yang dilakukan pada hari ini. Dirinya menilai Kabupaten Mempawah memiliki potensi pertanian yang sangat besar, dilihat dari luas lahan persawahan yang tersedia.

 

“Tadi saya sempat berdialog dengan Ibu Bupati, dan memang Kabupaten Mempawah ini memiliki lahan sawah yang cukup luas. Ini menjadi modal penting bagi kita untuk mewujudkan swasembada pangan,” terangnya.

 

Krisantus juga mengatakan bahwa dirinya bersama Gubernur Kalimantan Barat memiliki harapan yang besar agar ke depan Kalimantan Barat mampu memproduksi padi secara mandiri untuk penuhi kebutuhan daerah sendiri dan tidak lagi mengandalkan impor dari luar.

 

“Artinya kita mampu memproduksi padi secara mandiri untuk kebutuhan Kalimantan Barat. Ini menjadi target bersama pemerintah provinsi,” ungkap Krisantus.

 

Dirinya menyambut baik kebijakan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan harga gabah petani. menurutnya Harga Ecerah Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah akan berdampak pada jaminan ekonomi bagi petani dan menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian yang dapat menunjang perekonomian.

 

“Alhamdulillah, sekarang harga gabah sudah ditentukan oleh pemerintah. Dengan kondisi seperti ini, sawah bisa menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Apalagi jika bisa panen hingga empat kali dalam setahun, tentu ini sangat bernilai secara ekonomi,” terangnya.

 

Lebih jauh, Krisantus menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi hingga kesejahteraan petani, guna mewujudkan Kalimantan yang mandiri dan berdaulat secara pangan.

 

Ditempat yang sama, Bupati Kabupaten Mempawah Erlina menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan di Kabupaten Mempawah dalam menopang ketahanan pangan daerah dimana keberhasilan swasembada pangan nasional merupakan bukti nyata petani Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri yang didukung kebijakan pendampingan dan sinergi lintas sektor.

 

Dirinya juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mempawah akan terus berkomitmen dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian dengan memperkuat peran dan pendampingan penyuluh pertanian, meningkatkan produksi dan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan kearifan lokal.

 

"Tentunya Capaian ini dapat di pertahankan untuk kemandirian pertanian Indonesia. Kita Optimis dapat mempertahankan swasembada pangan di Kabupaten Mempawah untuk kesejahteraan petani," tutupnya.

 

Seperti diketahui, Pemprov Kalbar saat ini gencar berupaya mencapai swasembada pangan melalui berbagai program seperti Optimalisasi Lahan (OPLAH), Gerakan Tanam Padi Serentak, dan dukungan infrastruktur air oleh BWS Kalimantan I, dengan target surplus beras dan penguatan lahan siap tanam. (*)

Editor :
Redaksi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: