Sabtu, 04 April 2026
Advertisement
Advertisement

Jangan Panik, Gunakan BBM Secara Bijak! Tulus Abadi: Panic Buying Picu Kelangkaan dan Lonjakan Harga

© Foto oleh Editor
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak – Pegiat perlindungan konsumen Tulus Abadi mengimbau masyarakat agar tetap bijak dan cerdas dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM) serta tidak terjebak aksi panic buying yang justru memperburuk situasi.

 

Menurutnya, panic buying tidak hanya merusak keseimbangan pasar, tetapi juga berdampak pada psikologi masyarakat secara luas. “Panic buying adalah tindakan instan dan cenderung egois, yang tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan justru bisa memperparah kondisi, memicu kelangkaan, dan mendorong harga naik,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).

 

Ia menegaskan bahwa selain berdampak pada distribusi, aksi tersebut juga berisiko dari sisi keselamatan, terutama jika masyarakat mulai menimbun BBM secara tidak wajar. Karena itu, masyarakat diharapkan mulai mengendalikan konsumsi energi, salah satunya dengan beralih menggunakan transportasi umum untuk aktivitas sehari-hari.

 

Tulus juga mengingatkan bahwa praktik penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum yang merugikan negara dan masyarakat. Ia pun mendukung langkah tegas Kapolda Kalimantan Barat Pipit Rismanto yang mengeluarkan ultimatum terhadap para pelaku penimbunan.

 

“Perintah untuk menangkap penimbun sudah tepat. Tindakan ini tidak boleh dikompromikan karena merugikan banyak pihak,” tegasnya.

 

Sebagai Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus mendorong aparat penegak hukum tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik praktik tersebut. Ia menilai, langkah tegas dan sinergi antara aparat, Pertamina, serta pemangku kebijakan sangat penting agar kasus serupa tidak meluas.

 

Selain penegakan hukum, edukasi kepada masyarakat juga dinilai krusial. Tulus berharap petugas SPBU lebih waspada terhadap pengisian BBM dalam jumlah tidak wajar, guna mencegah potensi kerja sama dengan oknum penimbun.

 

Di sisi lain, ia juga meminta Pertamina terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kondisi pasokan BBM yang dipastikan aman dan dipantau selama 24 jam oleh Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026.

 

Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto menegaskan akan menindak tegas setiap praktik penimbunan BBM. Ia bahkan menginstruksikan jajarannya untuk langsung melakukan penegakan hukum tanpa menunggu patroli rutin.

 

“Saya minta lakukan penyelidikan. Jika ada penimbunan, langsung tangkap. Jangan sampai ada pihak yang harus merayakan Idul Fitri dari balik jeruji besi,” tegasnya.

 

Kapolda juga memastikan bahwa stok BBM di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, dalam kondisi aman. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: