Rakyat Kalbar, Jakarta - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan menghadiri kerjaninan tangan terbesar di Asia Tenggara yaitu The Jakarta Internasional Handicraft Trade Fair di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Erlina Norsan mengatakan, kehadirannya bersama Wakil Ketua Dekranasda Kalbar, Donata Dirasig Krisantus adalah bentuk komitmen untuk mendorong roda ekonomi kreatif. Sehingga Kesejahteraan pelaku usaha kecil dan pengrajin di Kalimantan Barat dapat meningkat.
“Kehadiran ini merupakan simbol dukungan kuat pemerintah daerah terhadap kreativitas dan daya saing produk lokal di kancah nasional maupun internasional,” tegas Erlina di pameran INACRAFT.
Erlina hadir bersama seluruh Ketua Dekranasda dari 14 kabupaten dan kota se Kalimantan Barat. juga membawa aparatur Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian dan Perdaganan, untuk memastikan sinergi pembinaan pengrajin berjalan optimal.
“Momen ini bukan sekadar seremonial, tetapi pijakan penting untuk mengevaluasi serta meningkatkan mutu produk kerajinan Kalimantan Barat,” lugas perempuan yang juga Bupati Mempawah ini.
Dirinya berpandangan, standar kualitas produk perlu ditingkatkan, agar hasil karya UKM lokal mampu bersaing lebih tajam dan memberi dampak ekonomi langsung bagi keluarga pengrajin.
“Mudah-mudahan momentum ini bisa meningkatkan dan memajukan mutu para pengrajin di Kalimantan Barat,” harapnya.
Erlina menambahkan, pemerintah daerah melalui Dekranasda berkomitmen terus memberikan motivasi dan inspirasi bagi bagi pelaku UKM. Dengan harapan, semangat pasca kegitan ini dapat menular hingga ke pelosok Kalimantan Barat.
“Merangsang tumbuhnya wirausaha yang mandiri serta berdaya saing,” ujar Erlina.
Pada pameran kali ini, Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat menampilkan berbagai karya kriya unggulan. Diantaranya Tenun Ikat dari Sintang, Tenun Sidan Kapuas Hulu dan Kain tenun khas Sambas.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memamerkan produk anyaman, manik-manik dan ketoro. Berbagai produk kerajinan yang mencerminkan tradisi bertemu inovasi. Produk kriya unggulan Kalimantan Barat hadir dengan kualitas terbaik, sehingga siap dijual ke pasar global dan internasional.
Untuk diketahui, kegiatan yang sudah eksis sejak 1999 dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama Ketua Umum Dekranasda Indonesia, Selvi Gibran Rakabuming.
INACRAFT tahun ini mengusung tema "Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft", sebagai bentuk apresiasi sekaligus refleksi atas peran krusial perempuan sebagai inovator, wirausaha dan penjaga nilai budaya yang berkontribusi nyata terhadap ekonomi keluarga dan daerah.
Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya memberikan apresiasi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) atas konsistensinya menjaga reputasi INACRAFT selama lebih dari dua dekade. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kreartif yang kian impresif.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, subsektor fashion dan kriya masih menjadi penguasa pasar ekspor kreatif Indonesia. Subsektor fashion mencatat nilai ekspor sebesar USD 16,3 miliar sepanjang Januari–November 2025, disusul subsektor kriya dengan capaian USD 12,03 miliar pada periode yang sama,” ungkap Teuku.
INACRAFT 2026 bukan sekadar arena jual beli, namun momentum membangun ekosistem kriya yang inklusif, berkeadilan, dan adaptif. Kepemimpinan perempuan diharapkan melahirkan produk kerajinan yang berdaya saing tinggi sekaligus berkelanjutan secara bisnis dan lingkungan. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: