Senin, 09 Maret 2026
Advertisement
Advertisement

Cap Go Meh 2026 di Singkawang Berlangsung Meriah dan Aman, Ribuan Warga Saksikan Parade Tatung

© Foto oleh Author
Pengamanan puncak perayaan festival budaya Cap Go Meh Tahun 2026 berlangsung khidmat, aman dan kondusif di Singkawang.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Singkawang – Puncak perayaan Festival Budaya Cap Go Meh Tahun 2026 di Kota Singkawang berlangsung meriah, khidmat, serta aman dan kondusif. Ribuan masyarakat memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan rangkaian tradisi budaya yang telah menjadi ikon pariwisata nasional tersebut. Kegiatan dipusatkan di panggung kehormatan di Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (3/3/2026).

 

Perayaan Cap Go Meh yang merupakan rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ini selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tahun ini, kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh nasional, serta delegasi dari negara sahabat yang turut menyaksikan langsung tradisi budaya khas Kota Singkawang.

 

Rangkaian kegiatan diawali dari halaman Kantor Wali Kota Singkawang, kemudian dilanjutkan dengan pawai budaya yang melintasi sejumlah ruas jalan protokol kota. Ribuan penonton memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan atraksi budaya yang menjadi daya tarik utama perayaan tersebut.

 

Sejumlah tokoh penting yang hadir di antaranya Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Hadir pula Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Hindarsono bersama jajaran Forkopimda dan delegasi luar negeri, termasuk Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa Cap Go Meh di Singkawang merupakan simbol harmoni dalam keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

 

“Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan. Tahun ini terasa semakin istimewa karena Imlek bertepatan dengan bulan suci Ramadan, yang semakin mempertegas nilai toleransi dan persatuan di Kalimantan Barat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Singkawang dalam menjaga tradisi budaya yang telah dikenal hingga mancanegara.

 

“Singkawang adalah etalase keberagaman Indonesia. Dari kota ini, dunia dapat melihat bagaimana tradisi, budaya, dan toleransi hidup berdampingan secara harmonis,” ungkapnya.

 

Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menambahkan bahwa parade Tatung yang menjadi daya tarik utama Cap Go Meh bukan sekadar pertunjukan budaya.

 

“Parade Tatung adalah doa dan pesan perdamaian yang dikirimkan Singkawang untuk Indonesia dan dunia,” tegasnya.

 

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan loku sebagai tanda pelepasan peserta pawai. Tahun ini sebanyak 734 peserta ambil bagian dalam parade, terdiri dari 528 Tatung bertandu dan 109 Tatung tanpa tandu, 76 miniatur kelenteng, 15 jelangkung, dua barongsai, serta tiga naga atau kilin. Festival tersebut diperkirakan disaksikan sekitar 50 ribu penonton yang memadati sepanjang rute pawai.

 

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menyampaikan bahwa pengamanan perayaan Festival Budaya Cap Go Meh dilaksanakan secara terpadu dengan pendekatan humanis dan edukatif, serta melibatkan seluruh unsur terkait.

 

Sebanyak 803 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan di berbagai titik strategis. Pengamanan tersebut dipantau langsung oleh Wakapolda Kalbar, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pawai, hingga rangkaian ritual yang berlangsung di Jalan Sejahtera.

 

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ini merupakan hasil kolaborasi serta sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, panitia, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

 

Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di Kota Singkawang terpantau aman, lancar, dan kondusif. Keberhasilan pengamanan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Kalbar dalam mendukung pelestarian budaya serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kalimantan Barat. (*)

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: