Rakyat Kalbar, Pontianak – Momen haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelepasan siswa magang ke Jepang yang digelar LPK Sekai Hikari Indonesia Kalbar, Jumat (10/4/2026). Para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan resmi diberangkatkan untuk menjalani program magang di Negeri Sakura, membawa harapan besar bagi masa depan mereka.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membuka peluang kerja internasional sekaligus upaya menekan angka pengangguran terbuka, khususnya di Kota Pontianak.
Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak melalui Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Huriansyah, menyampaikan apresiasi atas konsistensi lembaga tersebut dalam mencetak tenaga kerja siap pakai hingga ke luar negeri.
“Ini menjadi langkah nyata dalam membantu mengurangi pengangguran terbuka. Harapan kami, program ini bisa berlanjut hingga kontrak kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang LPK Sekai Hikari Kalbar, Solihin, mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil melalui proses seleksi dan pelatihan yang tidak mudah.
Menurutnya, para peserta telah dibekali tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.
“Program ini menuntut kesiapan mental, komitmen, dan penguasaan bahasa. Itu semua sudah mereka lalui,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peserta berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, bahkan luar daerah seperti Medan. Sejak berdiri sekitar 2,5 tahun lalu, lembaga ini telah memberangkatkan sekitar 200 siswa ke Jepang.
“Khusus dari Pontianak ada 48 orang. Sebagian sudah berangkat, dan sisanya akan menyusul,” tambahnya.
Solihin menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Pontianak, khususnya Dinas Tenaga Kerja, yang terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
Dalam pesannya, ia mengingatkan para siswa agar menjaga sikap dan nama baik Indonesia selama berada di Jepang.
“Kalian membawa nama keluarga, daerah, dan negara. Jaga etika dan tunjukkan citra positif bangsa kita,” pesannya.
Salah satu peserta, Rizki, mengaku bersyukur atas kesempatan yang didapat. Ia bertekad untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Kesempatan ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan daerah. Kami ingin kembali dengan pengalaman dan kemampuan yang lebih baik,” tuturnya.
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan besar bagi para siswa untuk meraih masa depan, sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. (*)
Komentar
Silakan login untuk memberikan komentar: