Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Banjir Terjang Nanga Taman dan Nanga Mahap, Lebih dari 11 Ribu Warga Terdampak

© Foto oleh Redaksi
Banjir melanda dua kecamatan di Kabupaten Sekadau. Foto : Istimewa
Advertisement

 

Rakyat Kalbar,Sekadau  – Banjir besar melanda Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kamis (8/1/2026). Bencana tersebut berdampak luas dengan jumlah warga terdampak mencapai 11.583 jiwa atau 3.545 kepala keluarga (KK) di dua kecamatan tersebut.

 

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, banjir dipicu oleh curah hujan lebat hingga sangat lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (7/1/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB hingga dini hari.

 

Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama menyebabkan Sungai Sekadau meluap, sehingga merendam permukiman penduduk, fasilitas umum, serta memutus sejumlah akses transportasi antar desa.

 

Plh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, H. Hery Handoko, mengatakan bahwa sejak Kamis pagi BPBD bersama tim gabungan telah melakukan upaya penanganan bencana di wilayah terdampak.

 

“Pada Kamis, 8 Januari 2026, BPBD bersama tim gabungan melakukan penanganan bencana banjir di Kecamatan Nanga Mahap dan Kecamatan Nanga Taman,” ujar Hery dalam laporannya, Kamis petang.

Dari hasil pendataan di lapangan, Kecamatan Nanga Taman menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan total 2.882 KK atau 9.779 jiwa terdampak banjir.

 

Adapun desa-desa yang terendam antara lain: Desa Nanga Taman: 276 KK / 828 jiwa, Desa Nanga Mongko: 537 KK / 1.921 jiwa, Desa Meragun: 72 KK / 238 jiwa, Desa Senangak: 369 KK / 1.310 jiwa, Desa Sungai Lawak: 508 KK / 1.698 jiwa, Desa Rirang Jati: 160 KK / 579 jiwa, Desa Nanga Koman: 276 KK / 879 jiwa, Desa Nanga Kiungkang: 270 KK / 810 jiwa, Desa Nanga Mentukak: 138 KK / 552 jiwa dan Desa Semerawai: 276 KK / 964 jiwa.

 

Sementara itu, di Kecamatan Nanga Mahap, banjir berdampak pada 663 KK atau 1.804 jiwa, yang seluruhnya berada di Desa Lembah Beringin.

 

Hery Handoko menjelaskan, kondisi banjir saat ini bervariasi. Di beberapa desa air mulai surut, namun di desa lainnya justru mengalami peningkatan ketinggian banjir akibat kiriman air dari daerah hulu.

 

“Ketinggian banjir rata-rata berkisar antara 0,5 hingga 2 meter, tergantung wilayah desa,” jelasnya.

 

Akibat banjir ini, berbagai dampak dirasakan masyarakat, di antaranya aktivitas warga terganggu, ribuan rumah terendam, akses jalan ke desa-desa terputus, serta kerusakan jalan, jembatan, dan fasilitas umum.

 

“Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman, namun sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing meski terendam banjir,” tambah Hery.

 

BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat sembari menunggu kondisi air kembali surut. (AL)

Editor :
Redaksi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: