Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Banjir Hulu Sekadau Mulai Surut, Warga Sekadau Hilir Diminta Waspada Kiriman Air

© Foto oleh Redaksi
Camat Sekadau Hilir, Gustar Indarto
Advertisement

Rakyat Kalbar, Sekadau – Banjir akibat meluapnya Sungai Sekadau yang sebelumnya merendam Kecamatan Nanga Mahap dan Nanga Taman, hingga Jumat siang (9/1/2025), mulai berangsur surut. Meski demikian, aliran air kini bergerak ke wilayah hilir, menuju Kecamatan Sekadau Hulu hingga bermuara di Sungai Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir.

 

Kondisi tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap kali banjir melanda wilayah hulu Sungai Sekadau. Air yang surut di hulu biasanya akan berdampak ke daerah hilir dalam beberapa waktu berikutnya.

 

Sejak pagi hari, sejumlah foto dan video kondisi banjir beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut terlihat banjir telah memasuki Kota Rawak, ibu kota Kecamatan Sekadau Hulu. Akses jalan poros penghubung Kecamatan Sekadau Hulu dan Nanga Taman juga dilaporkan sudah terendam air.

 

Sementara itu, di Kecamatan Sekadau Hilir yang menjadi muara Sungai Sekadau, aliran air tampak cukup deras dengan warna kecokelatan, menandakan tingginya debit air kiriman dari hulu.

 

Mengantisipasi potensi banjir kiriman, Camat Sekadau Hilir, Gustar Indarto, S.Sos., M.AP., mengaku telah menginstruksikan perangkat desa di wilayah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan. Ia menyampaikan bahwa kepala desa yang berada di bantaran sungai telah diingatkan untuk terus memantau perkembangan debit air.

 

Wilayah yang dinilai paling berpotensi terdampak di Kecamatan Sekadau Hilir adalah Desa Mungguk dan Desa Tanjung. Khusus di Desa Mungguk, kawasan Kemawan Dusun Pangkin biasanya menjadi daerah pertama yang terdampak saat banjir kiriman datang dari hulu. Selain itu, Desa Tanjung juga dinilai rawan karena posisinya diapit oleh Sungai Sekadau dan Sungai Kapuas.

 

Camat Gustar meminta perangkat desa, dusun, hingga RT untuk aktif memantau kondisi sungai serta mengingatkan masyarakat agar selalu siaga. Warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Sekadau diminta menyiapkan kebutuhan mendesak dan segera melakukan evakuasi jika air mulai meluap ke permukiman.

 

Selain ancaman banjir, Camat juga mengingatkan bahaya aliran listrik saat genangan terjadi. Ia menegaskan agar instalasi listrik di rumah warga yang berpotensi terdampak banjir dipastikan dalam kondisi aman guna mencegah risiko sengatan listrik yang membahayakan keselamatan.

 

Hingga Jumat siang, kondisi cuaca di Kota Sekadau dan sejumlah kecamatan lainnya masih mendung dan berpotensi hujan, yang dikhawatirkan dapat kembali menambah debit air di Sungai Sekadau. (AL)

Editor :
Redaksi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: