Kamis, 26 Februari 2026
Advertisement
Advertisement

Tenggelam di Parit Tanjung Raya, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

© Foto oleh Redaksi
Seorang anak berusia 6 tahun bernama Rama ditemukan meninggal setelah tenggelam di Parit Tanjung Raya 1.
Advertisement

Rakyat Kalbar, Pontianak — Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun bernama Rama ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di Parit Tanjung Raya 1, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, pada Kamis (8/1/2026).

 

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima dari BPBD Kota Pontianak sekitar pukul 16.30 WIB. Informasi tersebut menyebutkan adanya kondisi membahayakan manusia, di mana seorang anak diduga tenggelam saat mandi dan berenang di parit.

 

“Korban diketahui sedang mandi dan berenang di Parit Tanjung Raya 1. Ada saksi mata yang melihat korban berada di parit, namun hingga sore hari korban tidak kembali ke rumah,” ungkap Junetra, Jumat (9/1/2026)

 

Mendengar laporan tersebut, warga sekitar bersama pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara visual di sekitar lokasi kejadian. "Namun upaya awal tersebut tidak membuahkan hasil," ujarnya.

 

Kemudian kata Junetra, Tim Rescue Kantor SAR Pontianak kemudian segera diterjunkan ke lokasi dengan membawa satu unit Rescue Car D-Max, satu unit Rescue Trail, serta satu set Rubber Boat untuk mendukung proses pencarian.

 

"Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 17.30 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan berjarak sekitar 10 meter ke arah timur dari titik awal kejadian," terangnya lagi.

 

Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Yarsi Kota Pontianak untuk dilakukan visum. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

 

Atas peristiwa tersebut, I Made Junetra menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar parit, sungai, dan saluran air guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

Editor :
Redaksi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar: